Sepuluh tahun
bukanlah waktu yang singkat bagi segenap rakyat Jogja yang selalu menanti
penyelesaian draft Rancangan Undang-Undang DIY. Seluruh luapan emosi rakyat mulai
mencapai klimaks, ini tercermin dari kekecewaan akan kinerja pemerintah yang
dianggap kurang serius dalam menyelesaikan draft RUUK. Bahkan kekecewaan ini berlanjut
pada wacana pemisahan diri dari bingkai NKRI jika tuntutan keistimewaan tidak
memihak kepada kemaun rakyat. Inilah salah satu janji yang terlontar dalam Apel
Siaga Rakyat Yogyakarta Pro-Penetapan di Pura Pakualaman beberapa waktu yang silam.
Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia
Ada beberapa alasan yang menyebabkan ilmu manajemen personalia tidak relevan lagi dengan perkembangan tenaga kerja dan organisasi pada masa akhir tahun 1950-an, yakni pertama, konsep personalia masih menggangap bahwa manusia adalah mahluk produksi yang dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, kedua, ruang lingkup personalia hanya sebatas hal-hal yang bersifat administratif, ketiga, pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam menggerakan laju organisasi masih menggunakan pedekatan klasik, dan keempat,Hal-hal seperti ini yang menuntut pergeseran paradigma ilmu manajemen ke arah yang lebih baik lagi, dan diawal tahun 1950-an pergeseran ilmu manajemen dimulai.
Rekonstruksi Paradigma Ilmu Pengetahuan
Sebagian
besar pemikir dunia selalu mengatakan bahwa suatu negara akan sejahtera ketika ilmu
pengetahuan menjadi landasan utama dalam memajukan manusia. Bahkan tokoh
sekelas Paulo Freire pun berani menjamin bahwa pendidikan merupakan jalan untuk
menjadikan manusia sebagai subyek utama penggerak kehidupan.
Minimalisir Tindak Premanisme
Ketika membaca
Tajuk Rencana harian Seputar Indonesia edisi Sabtu, 25 Februari 2012 dengan
judul Tontonan Kebiadabaan, adalah sebuah topik yang lagi hangat dibicarakan
oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, sehingga menarik untuk kita cermati
bersama, terutama berkaitan dengan cara penanggulanganya.




